Persaingan Ketat, Perajin Ukiran  Rumah Bali Mengeluh Sepi Permintaan  

30

Singaraja (Bisnis Bali ) –  Sejumlah perajin kayu di Buleleng, khususnya di daerah pedesaan mengeluh sepi pesanan. Salah satunya I Gusti Ketut Partika, salah seorang perajin ukiran Bali  dari Dusun Tegallenga, Kecamatan Seririt, ketika diwawancarai Bisnis Bali, Rabu (3/5).

Menurutnya, selama ini peminat berbagai jenis ukiran seperti rumah Bali cenderung menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang pesanannya bisa sampai luar kota Singaraja seperti, Denpasar bahkan hingga ke luar Bali seperti, Jakarta dan Yogyakarta.

Dikatakan Ketut Partika, proses pembuatan kerajinan ukir seperti rumah Bali tergolong rumit dan membutuhkan waktu lama serta menggunakan kayu khusus, yang mengakibatkan kerajinan ukiran seperti umah Bali bernilai fantastis mencapai Rp 60 juta per unitnya. Selain itu, dikarenakan banyaknya persaingan, yakni banyaknya terdapat perajin kayu di Buleleng sementara tidak diimbangi dengan pemasaran yang baik.

“Peminatnya menurun, mungkin karena sudah banyaknya perusahaan kayu ukir jadi persaingannya makin ketat,”ungkapnya. (ira)

BAGIKAN