Denpasar Kota Kompeten Tingkatkan Daya Saing, Sertifikasi Mutlak bagi Sektor Industri  

25
Suasana sosialisasi sertifikasi profesi bagi tenaga kerja disektor industri di Kota Denpasar (sta)

Denpasar (Bisnis Bali – Pasar bebas salah satunya ditandai dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ini  berdampak pada persaingan yang cukup ketat. Terutama di sektor industri yang merupakan penunjang perekonomian di Denpasar. Maka itu pemerintah Denpasar fokus menggarap industri kreatif dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Untuk itu, tenaga kerja dan produk yang dihasilkan harus memiliki sertifikasi kompetensi. Itu bertujuan agar tidak tersisih dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) dari negara lainnya. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gatra, M.Si., yang didampingi Kabid Industri KAS, IA Dewi Citrawati, S.E.,M.Si., Rabu (3/5) saat Sosialisasi Sertifikasi Profesi Industri Kota Denpasar di DDC. ‎

Menurut Wayan Gatra, ‎pencanangan Denpasar sebagai kota kompeten merupakan kebijakan yang sangat tepat dalam menyiapkan SDM pekerja dalam menghadapi tantangan dan daya saing ekonomi. Terutama dalam menghadapi MEA dan dalam menyongsong Word Tourism Organisation (WTO) tahun 2020. Maka sangat diharapkan pelaku IKM berupaya aktif ikut berpartisipasi dalam menghubungkan kompetensi kerja beserta turunan-turunannya dalam dinamika perkembangan teknologi yang sangat cepat.

”Kompetensi profesi merupakan langkah meningkatkan kualitas dan kemampuan serta profesionalisme SDM industri di mana tenaga kerja dapat menerapkan prinsip-prinsip, nilai-nilai, serta mencapai standar kinerja dan target yang telah ditetapkan perusahan. Karena itulah pentingnya peningkatan dan penerapan ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku yang diwujudkan dalam standar kompetensi serta memberikan kesempatan tumbuhnya sistem ekonomi yang memiliki daya saing,” katanya.  (sta)

BAGIKAN