Triwulan I, ”Outflow” BI Bali Rp 3,97 Triliun  

25
Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menyiapkan kebutuhan uang atau outflow hingga triwulan I 2017 lebih dari Rp 3,97 triliun. Ini dalam upaya memenuhi kebutuhan uang rupiah di Bali, utamanya perbankan saat momen hari raya.

Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana saat dihubungi di Sanur, Selasa (2/5) kemarin mengatakan, outflow adalah uang yang dikeluarkan BI kepada perbankan, sedangkan inflow adalah uang yang disetorkan perbankan atau masuk ke BI. Berdasarkan data hingga triwulan I 2017, persiapan outflow untuk uang kertas mencapai Rp 3,96 triliun. Outflow tertinggi terjadi pada Maret 2017 lebih dari Rp 2,3 miliar karena momen hari raya keagamaan di Bali, selanjutnya pada Februari lebih dari Rp 936 juta dan Januari lebih dari Rp 660 juta.

Hal sama terjadi untuk persiapan outflow uang logam, hingga triwulan I 2017 lebih dari Rp 11,7 juta. Tertinggi terjadi pada Maret 2017 mencapai lebih dari 4,2 juta, Februari lebih dari Rp 3,6 juta dan Januari lebih dari Rp 3,8 juta.

“Dari persiapan outflow tersebut, kebutuhan uang kertas pecahan Rp 100 ribu masih tertinggi mencapai lebih dari Rp 2,5 triliun hingga triwulan I 2017. Selanjutnya disusul uang kertas pecahan Rp 20 ribu, 10 ribu hingga terkecil uang logam pecahan Rp 50,” katanya.

Menurut Causa Iman, bila dilihat dari inflow pada triwulan I 2017 total uang kertas dan logam mencapai Rp 4,5 triliun. Tertinggi inflow terjadi pada Januari 2017 untuk uang kertas mencapai lebih dari Rp 2,05 triliun, Februari lebih dari Rp 1,4 triliun dan Maret mencapai Rp 1,1 triliun.

“Bila melihat historinya persiapan outflow maupun inflow uang di Bali pada dua tahun terakhir juga mengalami tren peningkatan,” ujarnya.(dik)

BAGIKAN