Investasi Sektor Pariwisata Bali Utara Mulai Dilirik

24

SEKTOR pariwisata tetap menjadi sektor yang paling menarik bagi investor. Menariknya, menurut Kepala Badan Penanaman Modal Dan Perijinan Provinsi Bali, Ida Bagus Made Parwata, S.E., M.Si., para investor saat ini mulai melirik Bali Utara dan Bali Timur sebagai ladang investasi.

Bagus Parwata memaparkan, sejumlah investor asing mulai melirik Bali Utara dan Timur. “Karena adanya kebijakan Gubernur untuk memoratorium sementara pembangunan hotel di Bali Selatan. Ternyata itu ada manfaatnya, sekarang investor mulai beralih ke Bali Utara dan Timur,” ucapnya. Dengan begitu, diharapkan akan terjadi keseimbangan antara Bali Selatan dan Bali Utara. Selama ini pembangunan dan investasi khususnya sektor pariwisata semuanya hanya terfokus di Bali Selatan.

“Pariwisata selama ini tumplek di Bali Selatan sehingga hampir 45 persen penduduk Bali juga berada di Bali Selatan, yang menimbulkan kesemrawutan,” tukasnya.

Bila pembangunan pariwisata di Bali Utara dan Timur bisa diseimbangkan dengan Bali Selatan, urbanisasi dipastikan dapat ditekan, dan persoalan kemacetan pasti akan teratasi pula.

“Secara data riil saya belum dapat sampaikan, namun sudah ada kecenderungan masuknya investasi ke Bali Utara dan Timur,” tandasnya. Dengan demikian, ia berharap potensi-potensi investasi yang ada di Bali dapat terkelola dengan baik.

“Kalau investasi sudah merata, orang-orang dari Bali Utara dan Timur yang sebelumnya mencari pekerjaan di Bali Selatan bisa pulang ke daerah masing-masing,” tukasnya. Dengan begitu, masalah-masalah sosial yang kerap terjadi bisa ditekan. (pur)

BAGIKAN