Guna memenuhi permintaan pasar yang beragam dan dinamis, produsen perhiasan emas Bali khususnya, berusaha berinovasi dengan tetap menjaga kualitas produk. Salah satunya dengan memproduksi perhiasan emas dengan berbagai macam kadar, desain, dan motif  sehingga menyentuh seluruh segmen pasar. Apa saja itu?

BEBERAPA kadar emas yang diminati konsumen yakni mulai dari kadar 16 karat, 21, 22, 23, sedangkan dalam bentuk batangan 24 karat. Kadar tersebut menyentuh segala segmen pasar mulai dari kalangan ekonomi bawah-atas. Saat ini seiring makin selektifnya pasar, ditambah perekonomian yang belum membaik, kadar emas muda (15, 18, 21 karat) jadi pilihan kebanyakan konsumen. Mereka menilai emas muda tak kalah memiliki prospek investasi yang cerah selain dari sisi desain dan motif lebih minimalis. Untuk mendapatkan kualitas produk yang diharapkan kadar 16 karat atau 70 persen biasanya dikolaborasi dengan unsur tembaga atau perak dengan persentase tertentu agar tampak lebih kuning atau putih. Emas 22 atau 23 karat atau yang dikenal emas 91 persen merupakan campuran material emas 9 emas dan satu persen tembaga. Emas dengan kadar ini
terbilang berkualitas tinggi selain 24 karat dalam bentuk batangan.

Owner Wirata Jewellry, Kadek Ariana baru – baru ini menyampaikan kualitas perhiasan emas ditentukan kadar material serta kekhasan desain dan motifnya. Emas muda di Bali tak kalah banyak dicari karena peruntukannya sangat kompleks. Contohnya untuk memproduksi berbagai perhiasan emas untuk anak-anak, juga dalam wujud desain dan motif minimalis lainnya. Misal seperangkat perhiasan emas untuk anak untuk acara tiga bulanan maupun aksesori anak-anak usia 4-5 tahun. Emas 22-23 karat, ini yang cukup berkualitas dan umumnya untuk perhiasan orang dewasa. Selain baik untuk berekspresi juga investasi dan spekulasi. Dia menilai perekonomian yang masih lesu berpengaruh pada minat dan daya beli pasar. Namun demikian menjadikan perhiasan emas wahana investasi adalah pilihan tepat dibandingkan menaruh uang di bank atau belanja produk properti, dan lainnya. Memiliki perhiasan emas keuntungannya adalah selain harga purnajualnya relatif stabil, juga mudah diuangkan bilamana perlu dana mendesak.
Saat ini harga emas kadar 70 atau
16 karat Rp 407.000 per gram sedangkan emas 22-23 karat berkisar Rp 575.000 – Rp 600.000 per gram.

Owner Nyoman Mantra Jewellry, Made Sudiarta menyampaikan, saat penjualan perhiasan makin kompetitif. Ini menuntut inovasi tinggi para produsen untuk bisa eksis. Jika tidak ancaman kalah saing tak dipungkiri dialami karena produk perhiasan emas luar seperti Malaysia, Arab, dan lainnya sangat banyak di pasar lokal. (gun)

BAGIKAN