Ekonomi Melambat, Industri BPR Wajib Tingkatkan Pelayanan  

28

Denpasar (Bisnis Bali) – Perlambatan ekonomi masih dirasakan industri bank perkreditan rakyat (BPR) di awal 2017. Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana, Selasa (2/5) mengatakan, menyikapi perlambatan ekonomi tersebut BPR dituntut meningkatkan pelayanan (service) kepada masyarakat dan UMKM selaku pasar BPR.

Ia mengungkapkan, awal 2017 BPR masih merasakan perlambatan ekonomi. Hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi juga mengalami perlambatan. Ini dirasakan masing-masing BPR sulit mencapai target pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), target ekspansi kredit, dan sulit mencapai target laba dan kenaikan jumlah aset.

Wiratjana menjelaskan, perlambatan pertumbuhan aset, DPK, dan ekspansi kredit BPR ini seiring terjadi perlambatan ekonomi. Perlambatan ekonomi di awal 2017 tidak separah perlambatan ekonomi 2016.

Dipaparkannya,  walaupun 2017 ini ekonomi masih melambat diyakini masih ada pertumbuhan aset DPK dan kredit di BPR. Secara umum, BPR di Bali mampu menghadapi perlambatan ekonomi di awal 2017 ini.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam menghadapi perlambatan ekonomi ini, tentu diikuti BPR melakukan penguatan dari sisi internal. Salah satu contohnya adalah peningkatan SDM BPR melalui pelatihan-pelatihan yang digelar Perbarindo Bali. (kup)

BAGIKAN