PJ LPD Desa Adat Bila Tua, Topang Perekonomian Masyarakat dari Segala Sektor

23
Kegiatan LPJ di LPD Desa Adat Bila Tua.   (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) –  Maju mundurnya Lembaga Keuangan seperti halnya LPD, dapat dilihat dari laporan tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Keuangan tersebut. Selain bertujuan mengevaluasi kinerja pengurus LPD yang wajib dilaksanakan setiap tahunnya, juga sebagai bentuk transparansi kepada seluruh krama di Desa Pakraman itu sendiri dan kepada Badan Pengawas internal dan Eksternal, Prajuru, serta kepada instansi terkait. Seperti salah satu Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Desa Adat Bila Tua, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang melaksanakan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun ini sebagai agenda wajib setiap tahun untuk mengetahui perkembangan LPD tersebut.

‪Menurut I Nyoman Kartawan, Kepala LPD Desa Pakraman Bila Tua mengungkapkan, Laporan Pertanggungjawaban dilaksanakan pada Rabu 26 April 2017 di Bale Agung Pura Desa Pakraman Bila Tua. Ia menjelaskan, aset per Desember 2016 mencapai Rp 3.748.162.000. Dari sekian asset yang dimiliki laba per 30 Desember 2016 yang mampu diperoleh mencapai Rp 106.444.000. “Untuk Laba usaha sesuai dengan perhitungan laba / rugi per 30 Desember 2016, dana pembangunan 20 persen dari SHU yang disetorkan kepada Desa Pakraman Bila Tua senilai Rp 21.288.000,“ungkpanya.

‪Dikatakan Kartawan, adapun dana pihak ketiga (DPK) yang mampu dihimpun LPD Desa Adat Bila Tua per 30 Desember 2016 secara keseluruhan Rp 3.079.924.000 dengan rincian dana masyarakat berupa Tabungan Wajib  Rp 35.063.000, Tabungan Sukarela Rp 1.105.616.000, dan Tabungan Berjangka Rp 1.939.245.000. Sementara  jumlah pinjaman dalam bentuk kredit yang diberikan oleh LPD Desa Adat Bila Tua sampai 30 Desember 2016 Rp 30.003.493.000 dengan jumlah nasabah  155 orang. (ira)

BAGIKAN