Perbarindo Bali Gelar Rakerda 2017 Evaluasi dan Mantapkan Program Kerja  

13
RAKERDA – Kegiatan Rakerda DPD Perbarindo 2017 bertempat di Hotel Banyualit Spa & Resort, Sabtu (29/4). (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – DPD Perbarindo Bali menggelar rakerda bertempat di Hotel Banyualit Spa & Resort, Sabtu (29/4) dengan dihadiri segenap pengurus dan anggota. Kegiatan rakerda juga dirangkaikan dengan kegiataan seminar bertema ”Spirit Membangun Optimisme Pelaku Industri BPR”.

Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana, di sela-sela Rakerda Perbarindo Bali 2017 mengatakan, pelaksanaan agenda rakerda ini merupakan amanah AD/ART Perbarindo. DPD Perbarindo Bali wajib melaksanakan rakerda tiap tahun sekali.

Ia menjelaskan, dalam rakerda ini, pengurus DPD Perbarindo Bali wajib mempertanggungjawabkan terkait program kerja yang telah dijalankan di tahun-tahun sebelumnya. Apakah program kerja yang telah ditetapkan saat musda sudah dijalankan pengurus Perbarindo Bali. “Program kerja inilah yang dipertanggungjawabkan pengurus dan dievaluasi bersama anggota dari 137 BPR di Bali,” katanya.

Dipaparkannya, melalui rakerda ini jika ada program yang belum dilaksanakan, tentu akan diingatkan oleh anggota Perbarindo Bali. Dalam rapat kerja bersama angota DPD Perbarindo ini, akan dirangkum isu-isu terpenting program kerja yang telah dilakukan, termasuk isu-isu yang akan direkomendasikan kepada regulator pemerintah dan masyarakat apa yang mesti dilakukan, dan harus dilakukan di tahun yang akan datang.

Lebih lanjut dikatakannya, 137 BPR anggota Perbarindo Bali masih tetap sehat dan eksis melayani masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentunya akan tetap menilai dan mengawasi seluruh BPR di Bali. Operasional BPR ini masih bisa berjalan sebagai mestinya sesuai aturan POJK.

Guna menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2019, dalam Rakerda 2017, Ketut Wiratjana berpesan agar jajaran pengurus BPR di Bali harus kompak mempersiapkan diri. Dalam menghadapi MEA, BPR perlu mempersiapkan permodalan, SDM (melalui training dan pendidikan), dan terakhir TI. “Industri BPR harus mempersiapkan ketiga komponen tersebut, sehingga siap bersaing dalam ajang MEA,” katanya.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana saat hadir dalam DPD Perbarindo Bali mengatakan, Perbarindo bersama OJK tentunya akan membimbing dan mengawasi seluruh BPR di Bali. OJK salah satunya bisa mengarahkan tentang manajemen kepada pengurus BPR anggota Perbarindo Bali.

Putu Agus Suradnyana berpesan melalui Rakerda 2017 ini, pemerintah berharap pengurus BPR di Bali lebih mendiskusikan potensi dan prospek-prospek di masyarakat yang bisa dikembangkan dan di-support oleh industri BPR. Selanjutnya, BPR diharapkan tetap eksis melayani keuangan masyarakat dan sektor UMKM. (ad863)

BAGIKAN