Pengembangan Desa Wisata Masyarakat Lokal harus Dijadikan Subjek

22
LOKAL – Pengembangan daya tarik wisata di Bali, harus memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal merasakan manfaat pariwisata. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pemerintah mendorong pengembangan desa wisata sebagai bagian daya tarik wisata dan penopang keberlanjutan pariwisata. Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya, Senin (1/5) mengatakan, dalam dalam konteks pemerataan pendapatan pariwisata, masyarakat lokal tidak boleh diposisikan sebagai objek, melainkan harus ditempatkan dalam posisi subjek pengembangan desa wisata.

Ia mengungkapkan, jumlah desa wisata di Bali sudah hampir menyentuh 100. Tuntutan wisatawan dan masyarakat pariwisata selalu meningkat. Hal ini menuntut pasar menyediakan daya tarik wisata yang selalu makin sulit.

Bagus Sudibya mengungkapkan, desa wisata yang dikelola secara profesional akan menjadi hidup. Sementara itu, desa wisata yang dikelola asal-asalan dan konvensional akan kalah berkompetisi. Kondisi ini harus disampaikan kepada masyarakat, sehingga jangan sampai espektasi masyarakat  itu terlalu tinggi dalam pengembangan daya tarik wisata. Seolah-olah dalam pengembangan desa wisata, upaya yang diperbuat sedikit sementara bisa menghasilkan yang banyak.

Dipaparkannya, dalam sosialisasi pengembangan desa wisata harus diluruskan pandangan masyarakat. Kalau masyarakat berharap mendapatkan hasil pariwisata banyak maka masyarakat harus berbuat banyak. Hanya saja akibat keterbatasan SDM masyarakat desa belum tentu mampu berbuat banyak dalam pengembangan desa wisata. Di sinilah perlu adanya bimbingan yang baku oleh pemerintah kabupaten/kota, kecamatan dan pemerintah desa itu sendiri. Kementerian Pariwisata dan stakeholder pariwisa yang terkait termasuk Asita dan PHRI, Kadin dan sebagainya ikut membina masyarakat di lingkungan desa wisata.

Menurutnya, strategi pengembangan desa wisata  yang sangat bagus, untuk memeratakan hasil-hasil pembangunan yang lebih berkeadilan. Pemerataan ini diwujudkan tatkala masyarakat menjadi subjek pembangunan pariwisata.

Masyarakat lokal ikut dilibatkan dalam pengembangan desa wisata sebagai subjek. Mereka akan memiliki kepedulian yang jauh lebih tinggi daripada hanya menjadi tontonan aau objek wisata. (kup)

BAGIKAN