Pebisnis Kerajinan Kerang Genjarkan Inovasi  

16
I Made Wintara menunjukan berbagai produk kerajinan kerang yang dipamerkan pada Semarapura Festival. (wid)

Semarapura (Bisnis Bali) – 2017, pemasaran hasil kerajinan tangan masih belum ada peningkatan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Termasuk juga kerajinan kerang yang dimodifikasi menjadi alat upakara dan dekorasi rumah juga belum membaik, sehingga membutuhkan inovasi untuk terus mampu merambah pasar.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang perajin kerang, khususnya untuk peralatan upakara, I Made Wintara, saat ditemui pada Festival Semarapura, Senin (1/5). Dia menuturkan, dampak ekonomi lesu dari 2016 masih terasa yang penjualannya belum begitu mengalami peningkatan.

Saat ini dia mengaku lebih memproduksi peralatan upacara seperti keben, dulang, bokor dan berbagai jenis lainnya, dibandingkan dekorasi lainnya yang lebih diminati oleh orang asing.

“Biasanya kalau orang asing, kami melayani sesuai pesanan, dan saat ini kami lebih memasarkan ke lokal yang cenderung kepada peralatan upakara,” ungkapnya.

Untuk penjualan berbagai alat upakara, pria yang berasal dari Tabanan ini, mengaku, telah merambah berbagai wilayah di seluruh Bali, hingga ke luar Bali seperti, Lampung, Sumbawa dan beberapa daerah keberadaan umat Hindu lainnya.

Dia mengatakan, kerajinan kerang ini, merupakan salah satu cara untuk menangani limbah pantai yang bisa dijadikan berbagai bentuk produk kerajinan yang bernilai tinggi. Soal harga, berbagai jenis produk ini dijual dengan harga bervariasi sesuai dengan ukuran dan banyak kerang yang dibutuhkan. Adapun harganya dimulai Rp 90.000 hingga Rp 400.000 per pcs. (wid)

BAGIKAN