Modal Tinggi, Perajin Tenun  Keluhkan Permintaan Endek Sepi  

17
 Perajin Endek di Desa Kalianget.   (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Meskipun dewasa ini permintaan akan kain tenun ikat atau yang lebih dikenal dengan endek masih tetap ada, namun belum mampu memberikan kesejahteraan secara maksimal terhadap perajin endek di Buleleng.

Sementara, kerajinan ini juga sudah menjadi mata pencaharian oleh masyarakat, khususnya kalangan Ibu rumah tangga. Mau tidak mau para perajin terus berupaya mempertahankan usaha kerajinannya meski melihat kondisi ekonomi yang bisa dikatakan melemah.

Seperti halnya Desa Kalianget yang notabene sebagai sentra perajin endek masih mengeluhkan permintaan endek yang terkadang mengalami penurunan. Meski pasang surut penjualan adalah hal yang biasa dialami tiap pebinis, namun pihaknya mengharapkan ada upaya untuk meningkatkan permintaan di tengah ketatnya persaingan.

Menurut Kadek Ena Wati, salah seorang perajin, sekaligus penjual tenun endek sutra mastuli di kawasan Desa Kalianget, Kecamatan Banjar, permintaan endek tahun ini masih dirasakan sepi, sementara modal yang dibutuhkan untuk membeli bahan baku membuat endek seperti benang sutra dan pewarna cukup tinggi. (ira)

BAGIKAN