Kepercayaan Pasar Properti Berinvestasi perlu Ditingkatkan

9
  Real Estate Indonesia (REI) Bali dan Bank BPD Bali menaruh keoptimisan daya serap perumahan subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Singaraja yang memiliki pasar cukup prospektif. (ist)

Mangupura (Bisnis Bali) –  Bisnis properti yang belum membaik hingga kini, salah satunya karena dihantui masih kurangnya kepercayaan investor maupun pasar membeli berbagai  produk properti. Perlu waktu pulihnya kepercayaan pasar baik di kalangan konsumen rumah pertama maupun untuk spekulasi. Hal itu  diungkapkan salah seorang pebisnis properti, Bagio Utomo, Senin (1/5).

Ketatnya aturan transaksi dan hal terkait lainnya membuat pasar mengerem membelanjakan uang mereka untuk memiliki produk properti. Namun demikian upaya pengembang dengan memberi kemudahan tetap berlangsung karena kebutuhan pasar runah pertama sangatnya urgen. Bukan semata karena prospek investasi ke depan yang menjanjikan, katanya, tetapi lebih kepada kebutuhan mendesak.

Dia mengapresiasi adanya KPR sehingga konsumen yang memilih membeli sekarang proses memilki rumah mereka.jadi terbantu secara kredit.

Dia optimis ke depan bisnis properti Bali akan pesat berkembang karena sektor pariwisatanya yang luar biasa. Karena itu, kesiapan modal dan manajemen bisnis pengembang sangat penting agar mampu mengambil peluang yang ada.

Hal senada diungkapkan Agus Sudiana, salah seorang  pengembang rumah menengah atas. Katanya, bisnis properti Bali akan tetap cerah karena Bali aman dan nyaman. ‘’Indikator ini menentukan prospek investasi Bali ke depan,’’ katanya. (gun)

BAGIKAN