Gerakan Nontunai BI Dukung Sistem Digital Pengembangan Desa Wisata  

30
   keberadaan ATM salah satu pendukung digitalisasi  di desa wisata (dik)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali mendukung pengembangan desa wisata dengan sistem digital bagi pelaku usahanya. Itu sesuai dengan harapan BI dalam upaya mendukung gerakan nasional nontunai.

Kepala KPW BI Bali Causa Iman Karana di Renon mengatakan, pelaku usaha di desa wisata sangat potensial memanfaatkan sistem digital baik untuk promosi maupun transaksi keuangan.

“Desa wisata menjadi salah satu contoh pengembangan ekonomi baru bagi Bali yang kembali kepada budaya dan merata di seluruh daerah sehingga tidak terfokus di Bali Selatan,” katanya.

Menurutnya, dari total hampir 50 persen pertumbuhan ekonomi di Bali ditopang oleh pariwisata tetapi semua di Bali Selatan sehingga cukup padat. Untuk itu perlu inovasi baru tetapi bukan industrialisme namun kembali ke budaya Bali antara lain potensi desa wisata.

Sama halnya dikatakan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Bali Nyoman Wardawan ketika menjadi salah satu pembicara diskusi peran perbankan mendorong digitalisasi desa wisata dan homestay di Bali. Kata dia, pemerintah Bali berharap aadanya sistem digital yang diterapkan pelaku usaha di desa wisata baik dari sisi pemasaran dalam jaringan maupun mendukung transaksi keuangan. Baginya, desa wisata memanfaatkan digitalisasi masih minim. Oleh karena itu, peran pihak terkait sangat dibutuhkan.

“Pengembangan digitalisasi desa wisata membutuhkan sinergi semua pihak termasuk pemerintah, swasta, perbankan, praktisi, masyarakat dan instansi terkait lainnya,” ujarnya. (dik)

BAGIKAN