Capai Level 13, ”Soil Level” Uang di Bali Lampui Target  

29
suasana penukaran uang lusuh di KPw BI Bali (dik)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menargetkan soil level (standar kelusuhan uang) di Pulau Dewata berada di kisaran 9-10. Ternyata pada 2016, standar kelusuhan uang di Bali telah melampui target mencapai level 13.

Soil level uang di Bali pada 2016 mengalami peningkatan yang bagus atau berarti kualitas uang dalam kondisi yang sangat baik. Bisa dikatakan Bali termasuk salah satu daerah yang cukup tinggi soil level uangnya sehingga pada 2017 ini dapat dipertahankan,” kata Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Sanur, Senin (1/5) kemarin.

Menurut Causa, soil level memiliki tingkatan yaitu 1-16. Makin tinggi soil level, makin baik uang yang beredar. Di Bali pada semester I 2016, untuk uang pecahan besar soil level berada di level 9 dan meningkat mencapai level 13 pada semester II 2016. Begitu pula untuk pecahan kecil pada semester I 2016, soil level berada di level 6 dan pada semester II 2016 naik ke level ke-11.

“Ada pun untuk uang dengan tingkat kelusuhan 1, itu merupakan uang-uang yang sudah sangat lusuh dan tidak layak edar dan harus dimusnahkan. Beda halnya soil level 16, merupakan uang-uang baru,” ujarnya.

Lebih lanjut Pak Cik biasa ia disapa menerangkan, sebagai daerah kunjungan wisatawan dari berbagai negara, uang yang beredar di Bali sudah seharusnya dalam kondisi yang baik dan layak edar. Ini dalam upaya clean money policy (kebijakan uang bersih) di Bali sebagai etalase dunia.

Kebijakan clean money policy mengupayakan uang yang beredar dalam kondisi layak edar. Uang layak edar bukan berarti baru, namun uang dalam keadaan bersih, tidak lusuh, tidak robek maupun tidak ada tulisan-tulisannya. Untuk itu, kata dia, BI berkomitmen untuk menyediakan uang layak edar bagi masyarakat. Selain itu, uang yang layak edar akan memberikan kenyamanan bertransaksi bagi masyarakat.

”Karena itu, KPw BI Bali gencar melakukan penukaran uang lusuh dengan uang-uang yang baik dan layak edar,” paparnya. (dik)

BAGIKAN