Terbaik Se-Indonesia, Tabanan Raih APN 2017

21
Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dari Menteri PPN/Bappenas Bambang PS Brodjonegoro dalam pembukaan    Musrenbangnas 2017 (man)

Tabanan (Bisnis Bali) –  Kabupaten Tabanan kembali meraih prestasi di level nasional. Kali ini, prestasi tersebut datang dari bidang perencanaan. Hal tersebut ditandai dengan keberhasilan Kabupaten Tabanan selaku wakil dari Provinsi Bali yang berhasil meraih peringkat pertama Anugerah Pangripta Nusantara (APN) 2017 kategori Penyusunan Perencanaan Terbaik.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dari Menteri PPN/Bappenas, Bambang PS Brodjonegoro, dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2017 di Hotel Bidakara, Rabu (26/4).

Proses penyerahan anugerah tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI, Ir Joko Widodo, yang membuka secara resmi kegiatan Musrenbangnas tahun ini. Kegiatan itu juga turut dihadiri berbagai kepala daerah baik gubernur, bupati, atau wali kota dari seluruh Indonesia.

Keberhasilan meraih APN dari Kementerian PPN/Bappenas tersebut tentu menambah deretan penghargaan yang diterima Kabupaten Tabanan sejauh ini. Bagi Bupati Eka, keberhasilan meraih prestasi tersebut bukan hanya sebagai kebanggaan semata namun harus diikuti dengan rasa syukur.

“Ini sudah kesekian kalinya Tuhan menitipkan prestasi bagi Tabanan,” kata Bupati Eka yang saat itu didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapellitbang) Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja dan Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Tabanan, I Putu Dian Setiawan.

Bersyukur, sambung Bupati Eka, penting untuk dilakukan karena di balik penghargaan yang selama ini diperoleh ada amanat dan pesan untuk terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Tabanan. “Kita harus eling dan ingat bahwa ada amanah dan pesan yang tersimpan dan harus diperjuangkan demi menaikkan harkat dan martabat rakyat Tabanan,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Eka juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak, baik di jajaran eksekutif maupun legislatif, serta semua komponen masyarakat yang sudah mengisi semangat perubahan di Kabupaten Tabanan.

“Mari sama-sama berjuang dan jangan pernah berhenti melahirkan hal-hal baru untuk membangun Kabupaten Tabanan ke arah yang lebih positif,” ucapnya.

Dukungan itu, sambungnya, telah banyak melahirkan berbagai program yang membantu pembangunan Kabupaten Tabanan sejauh ini. Mulai dari Trans Serasi, BUMDes, Gerbang Indah, serta yang paling mengusung semangat gotong-royong, yakni program partisipatif dalam membangun infrastruktur daerah.

Di singgung soal program apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat, Bupati Eka menegaskan, pihaknya tidak ingin terlalu muluk-muluk. Yang terpenting adalah menerapkan program prioritas yang terfokus dan mudah dijangkau serta direalisasikan.

“Salah satunya pengelolaan sampah. Ini perlu kita kaji. Karena selama ini sampah menimbulkan banyak persoalan. Sementara mindset masyarakat tentang kesadaran untuk buang sampah juga harus diubah. Kami inginnya bagaimana sampah itu bisa jadi berkah. Soal jalan, mudah-mudahan di 2018 bisa tuntas (perbaikan) semuanya,” tegasnya.

Prioritas dalam menyusun program seperti yang disampaikan Bupati Eka tersebut sejalan dengan penekanan Presiden Joko Widodo dalam pengarahannya saat membuka Musrenbangnas 2017. Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa selama ini proses penganggaran masih tidak fokus. Demikian halnya dalam hal perencanaan.

“Tidak punya prioritas yang jelas juga. Makanya saya ingatkan lembaga kementerian, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota untuk memberikan prioritas pada program yang mau dikerjakan. Jangan banyak-banyak. Namanya prioritas. Kalau bisa dibawah tiga. Kalau tidak bisa batasi lima program. Jangan semuanya jadi prioritas. Ini kebiasaan dan rutinitas yang terus berulang-ulang,” tegasnya.

Diakuinya, dengan prioritas akan ada beberapa program lainnya yang tentu belum bisa berjalan maksimal. Namun, hal itu lambat laun akan bisa diselesaikan, bila program-program yang dihasilkan diselesaikan satu per satu. “Kelihatannya sepele. Tapi kalau pola seperti ini tidak kita ubah, hasilnya juga tidak baik. Soal integrasi program antara pusat dan daerah juga harus terkonsolidasi dengan baik juga. Ingat dunia sudah makin berubah. Globalisasi memberikan persaingan yang sengit sekali. Kecepatannya harus kita ikuti. Jangan terjebak dengan rutinitas,” pungkasnya. */*  

BAGIKAN