SMS Palsu Mengganggu segera Laporkan ke OJK

38

Berbagai modus penipuan sampai saat ini masih kerap dilakukan oknum tak bertanggung jawab. Salah satunya dalam bentuk layanan pesan singkat atau SMS. Apa upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusa Tenggara?

BERBAGAI isi SMS banyak diterima masyarakat yang jelas terlihat sebagai bentuk penipuan. Umumnya isi SMS diterima masyarakat berisikan “Selamat mendapatkan hadiah uang tunai” senilai jutaan dari undian produk makanan. “Selamat Anda memenangkan undian berhadiah salah satu program perbankan” yang tak pernah diikuti hingga arahan untuk mengirimkan sejumlah uang kepada nomor rekening tertentu. “Anda berhak mendapatkan uang jutaan rupiah” untuk transaksi pembelian pulsa. Ada pula menerima SMS mama minta pulsa atau permintaan untuk transfer sejumlah uang ke suatu rekening, dari nomor tak dikenal dan punya tujuan menipu. Begitu pula ada seseorang yang setuju harga pembelian tanah atau rumah yang minta ditransfer dananya ke salah satu rekening bank. Yang paling nyata “Kirim ke BRI aja, no rek: 7913-01-000498-506, A/n. Erwin Dimas S.”

Banyaknya jenis SMS yang bernada penipuan ini kerapkali membuat masyarakat resah. Bagi mereka yang kurang waspada, terkadang ikut terpengaruh sehingga kena tipu. Untuk itulah, OJK menanggapinya dengan serius dengan membuka pusat layanan yang menampung aduan soal SMS penipuan lewat ponsel tersebut.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusa Tenggara, Zulmi mengatakan, konsumen yang menerima SMS semacam bernada penipuan untuk jangan pernah ragu melaporkan kepada OJK. Caranya adalah dengan memotret layar atau screen capture SMS tersebut, kemudian dikirim ke OJK melalui surel dengan alamat konsumen@ojk.go.id. Selain itu, masyarakat juga bisa menghubungi layanan konsumen OJK melalui nomor 1-500-655.

“Informasi yang muncul di media sosial yang mengajak konsumen untuk melapor ke OJK jika mendapatkan SMS bernada penipuan benar adanya,” katanya.

Menurutnya, akhir-akhir ini marak SMS seperti itu sehingga masyarakat terganggu dan untuk menghindari ada yang dirugikan, serentak di seluruh Indonesia diluncurkan gerakan ini. Gerakan ini sudah dimulai sejak April ini. Konsumen melapor ke OJK sebagai bentuk perlindungan otoritas kepada masyarakat dari upaya-upaya pihak yang tidak bertanggung jawab yang akhirnya merugikan masyarakat.(dik)

BAGIKAN