UPTD Koperasi dan UKM Bali Diklat 1.200 Orang  

10
Suasana Diklat Pengawas Koperasi di UPTD K-UMKM Bali (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Perkembangan koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) di Bali sangat optimal. Terbukti, saat terjadi kelesuan ekonomi para pelaku UMKM dan koperasi tetap eksis.

”Bukan hanya itu saja, peranan pemerintah terus mendukung perkembangan usaha dengan mendorong dan memfasilitas berbagai pendidikan dan pelatihan (diklat). Bahkan, tahun 2017 ini pemerintah Bali melalui Dinas Koperasi dan UKM Bali yang pelaksanaannya dilaksanakan Unit Pelayanan Terpadu Diklat (UPTD) Koperasi dan UMKM Bali memberikan diklat pada 1.200 orang pelaku usaha dan pengelola koperasi. Tujuannya agar koperasi dan UMKM makin tangguh,” ungkap ‎Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali didampingi Kepala UPT Diklat Koperasi dan UMKM Bali, Dra. Nyoman Widarti, M.Si., Rabu (26/4) di sela-sela Diklat Pengawas Koperasi di UPTD K-UMKM Bali.

Menurut Dewa Patra, Pemprov Bali tiap tahun rutin memberikan dan memfasilitasi pengelola koperasi dan pelaku usaha dengan bimbingan teknis, diklat, seminar dan lainnya. Tujuannya untuk menguatkan dan mengembangkan ekonomi melalui koperasi dan UMKM. ”Bahkan, tahun 2017 ini, kami memberikan diklat pada 1.200 orang pelaku usaha dan pengurus atau pengelola koperasi. Diklat yang kami berikan sesuai bidangnya, sehingga mampu mengembangkan usaha,” kata Dewa Patra.

Perkembangan koperasi dan UMKM belakangan ini di Bali cukup signifikan. Bahkan, Kementerian Koperasi dan UKM RI dua kali berturut-turut memberikan penghargaan Bali sebagai provinsi penggerak koperasi. Dan yang kedua kalinya hanya Bali satu-satunya di Indonesia tetap mendapat penghargaan sebagai penggerak koperasi. Hal ini menandakan Pemprov Bali berkomitmen memberikan dorongan serta fasilitasi pengembangan usaha koperasi dan UMKM. (sta)

BAGIKAN