BI Tegaskan Bali tak Ada Pemalsuan Uang Terbaru  

6

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali menegaskan tidak ada pemalsuan uang rupiah terbaru tahun emisi (TE) 2016. Ini sehubungan dengan informasi yang beredar di masyarakat terkait adanya pemalsuan uang rupiah terbaru TE 2016.

“Hingga saat ini BI tidak menerima pengaduan masyarakat yang membawa bukti fisik uang TE 2016 yang diragukan keasliannya,” kata Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Carana di Renon, Rabu (26/4) kemarin.

Ia mengatakan, memang ada informasi pemalsuan uang di luar Bali. Tetapi, BI memastikan uang TE 2016 telah dilengkapi penguatan unsur pengaman untuk menghindari upaya pemalsuan. Dengan penguatan unsur pengaman, BI meyakini uang rupiah TE 2016 telah memiliki ciri-ciri yang mudah dikenali masyarakat.

“Bukan berarti uang rupiah TE 2016 tidak bisa dipalsukan karena yang namanya pemalsu atau kriminal selalu mencari celah. BI pun terus juga mencari inovasi agar uang rupiah susah dipalsukan,” ujarnya.

Untuk itu, Pak Cik biasa ia disapa, mengimbau masyarakat untuk berhati-hati memilah informasi yang beredar mengenai uang rupiah, khususnya yang berpotensi menimbulkan keresahan. Sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah, BI telah menyediakan informasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah (cikur) yang dapat diakses secara bebas.

“Apabila masyarakat menemukan indikasi adanya pemalsuan terhadap uang rupiah, masyarakat dapat mendatangi Kantor BI untuk memastikan keaslian uang rupiah,” sarannya.

Tidak hanya itu, ia juga menginformasikan, untuk memastikan mengenai keaslian uang rupiah kertas, salah satu cara yang mudah dilakukan masyarakat dengan metode 3D (dilihat, diraba, diterawang).(dik)

BAGIKAN