Terkendala SDM Pengawas, Kinerja Koperasi Pincang  

19
Kadis Koperasi dan UKM Bali, Dewa Patra didampingi Ka-UPTD Koperasi dan UKM, Widarti menyematkan tanda peseeta diklat (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kinerja koperasi yang dikelola pengurus harus mendapat pengawasan yang rutin. Namun, kenyataannya banyak pengawas koperasi yang belum menjalankan peran dan fungsinya, sehingga pengurus selaku pengelola koperasi tidak ada kontrol.

”Umumnya koperasi yang tidak ada pengawasan kinerjanya akan pincang, kemudian koperasi akan bermasalah, akhirnya bangkrut,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, I Dewa Nyoman Patra, didampingi Kepala UPT Diklat Koperasi dan UKM Bali, Nyoman Widarti, Selasa (25/4) di Denpasar, Selasa (25/4) di sela-sela Diklat Pengawas Koperasi Angkatan II 2017 di UPT Diklat Koperasi dan UKM Bali.

Menurut Dewa Patra, peran dan fungsi pengawas internal koperasi sangat strategis. Namun, sangat disayangkan banyak pengawas yang belum mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal ini lantaran sumber daya manusia (SDM) pengawas koperasi masih rendah. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan dengan pendidikan dan pelatihan (diklat) di bidangnya. “Kami dari pemerintah Bali tahun ini memberikan beberapa kali angkatan untuk diklat pengawas, sehingga pengawas koperasi mampu berperan maksimal. Paling tidak, pengawas dalam memberikan laporan pengawasannya pada saat RAT dibuatkan oleh pengurus koperasi. Kemudian pengawas dengan bangga membacakan laporannya di depan anggota. Sementara kinerja koperasi tidak pernah dilakukan pengawasan,” katanya. (sta)

BAGIKAN