Kasus Penipuan Berkedok Pelunasan Kredit Bank Diminta Gelar Sosialisasi Persuasif  

73

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara menyarankan industri perbankan untuk lebih fokus pada nasabah dalam upaya menekan timbulnya korban dari perusahaan yang berkedok pelunasan kredit atau utang. Perbankan pun diharapkan lebih meningkatkan komunikasi secara intensif dan sosialisasi secara persuasif kepada nasabah.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Nasirwan Ilyas di Renon, Selasa (24/4) kemarin mengatakan, satuan tugas penanganan dugaan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi atau Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya sudah mengingatkan kepada masyarakat agar mewaspadai kegiatan UN Swissindo dan Koperasi Indonesia yang berdalih menawarkan janji pelunasan kredit. Untuk mendukung kesadaran kaidah potensi risiko dari kegiatan ilegal tersebut peran aktif perbankan kepada nasabah sangat diperlukan dalam bentuk sosialisasi.

“Perbankan harus melakukan komunikasi dengan nasabah langsung dan menjelaskan jika lembaga tersebut ilegal dan nasabah agar tidak mudah termakan rayuan pelunasan kredit. Apa-apa yang ditawarkan kedua lembaga ilegal tersebut kepada nasabah tidak ada logikanya dan tidak ada dasar hukumnya,” katanya.

1
2
3
BAGIKAN