Tabanan (Bisnis Bali) – Telah memenuhi standar mutu yang diminta pemerintah Tiongkok, pascapemblokiran ekspor manggis produksi petani Pupuan Kabupaten Tabanan  secara langsung ke negeri tirai bambu beberapa waktu lalu. Ternyata hingga kini sikap pemerintah Tiongkok bergeming terhadap ekspor manggis lokal tersebut.

Petani sekaligus eksportir manggis dari Kecamatan Pupuan Tabanan, Jero Putu Tesan, Selasa (25/4) mengungkapkan, pemblokiran buah manggis oleh Negara Tiongkok ini sudah terjadi sejak 2013 lalu. Pemblokoran tersebut membuat ekspor manggis ke negara tujuan Tiongkok harus melalui negara pihak ketiga untuk bisa masuk ke negara Tirai Bambu tersebut. Akibatnya, rantai penjualan ekspor manggis lokal menjadi panjang, sehingga kualitas dan mutu manggis lokal pun menjadi kurang baik.

1
2
3
BAGIKAN