Tabanan (Bisnis Bali) – Sejumlah perbankan di Kabupaten Tabanan tengah berupaya keras menjaga pertumbuhan target kredit maupun target bisnis lainnya agar tumbuh positif. Hal tersebut tetap dilakukan di tengah kondisi ekonomi lesu yang berdampak pada melambatnya pertumbuhan berbagai sektor usaha saat ini.

Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan, IB Ary Wijaya Guntur di Tabanan, Selasa (25/4) kemarin mengungkapkan, dengan kondisi kelesuan ekonomi yang ditandai dengan menurunnya daya beli konsumen dan turunnya keinginan sejumlah kalangan usaha untuk melakukan pengembangan atau ekspansi bisnis telah berdampak pada sejumlah pencapaian target bisnis. Namun pihaknya menyikapi kondisi tersebut dengan terus berupaya menjaga pertumbuhan pencapaian target bisnis. Salah satunya kredit dengan melihat dari segi peluang-peluang yang ada untuk bisa dipotimalkan lagi nantinya.

“Pengoptimalan tersebut tentunya dibarengi dengan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas kredit yang disalurkan agar berada dalam kondisi sehat,” tuturnya.

Jelas Ary, berdasarkan data triwulan satu 2017 khususnya dari segi pertumbuhan kredit di Bank BPD Bali Cabang Tabanan memang belum mampu untuk mencapai target yang telah ditentukan sebelumnya. Kondisi tersebut tidak saja terjadi pada pencapaian target pertumbuhan kredit, namun hal sama juga terjadi pada pencapaian target dari program pemerintah berupa penguatan modal melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang juga belum tercapai sesuai target.

Paparnya, salah satu penyebab belum maksimalnya pencapaian target tersebut karena memang dari sisi ekonomi yang belum bisa bergerak baik atau masih dibanyangi kelesuan hingga kini. Kondisi tersebut yang kemudian membuat sejumlah kalangan masyarakat maupun pelaku usaha untuk menunda pengajuan kredit ke sektor perbankan guna melakukan pengembangan usaha.

“Salah satunya, ditandai dengan belum bergairahnya properti yang sempat menjadi sektor usaha penopang pertumbuhan kredit beberapa tahun lalu,” tandasnya.(man)

BAGIKAN