PENGADAAN bibit sirsak dapat dilakukan dengan beberapa cara. Tanaman sirsak dapat diperbanyak dengan biji ataupun vegetatif. Namun cara pembuatan bibit ini akan berpengaruh terhadap kualitas bibit dan buah yang dihasilkan.

Dosen Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar, Dr. Ir. I Ketut Arnawa, M.P. mengatakan membuat bibit dari biji akan menghasilkan bibit yang memiliki akar tunjang cukup kuat. “Tetapi bibit dari biji ini kerapkali mengalami penyimpangan dari pohon induk sehingga tidak sebagus pohon induknya,” ucapnya.

Untuk membuat bibit dari biji sebaiknya perhatikan pohon induk yang akan diambil, di antaranya buahnya masih produktif, berasal dari varietas unggul, memiliki pertumbuhan yang sehat dan minimal lebih dari tiga tahun, bebas dari hama dan penyakit.

Langkah awal adalah dipisahkan biji dari dagingnya lalu dicuci dengan air kemudian dikeringkan. “Biji taburkan di tempat pembibitan atau langsung taburkan ke polybag,” katanya.

Untuk media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Biji sirsak disemai dengan jarak rapat dengan kedalaman semai 1-1,5 cm, kemudian ditutup dengan media semai.

Kelembaban tanah dijaga jangan sampai terlalu kering atau terlalu basah. Setelah 5-6 minggu benih dapat segera dipindah tanam ke dalam polybag yang berisi media campuran tanah dan pupuk kandang (2:1). “Tanam satu batang tiap polybag. Kemudian beri naungan yang tidak terlalu rapat,” tukasnya.

Untuk perawatan benih meliputi penyiraman, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman sebaiknya dilakukan 2 hari sekali terutama bila tidak turun hujan. “Kalau pemupukan dilakukan setiap 15 hari berupa larutan pupuk NPK. Setelah berumur 3-4 bulan di persemaian bibit dapat ditanam di kebun,” tandasnya. (pur)

BAGIKAN