Perbarindo Dorong BPR makin Dekat Nasabah

12

Denpasar (Bisnis Bali) – Tingginya angka kredit bermasalah (NPL) industri perbankan pada 2016 lalu, mendorong industri bank perkreditan rakyat (BPR) untuk makin berbenah, terutama dalam pengelolaan dana masyarakat. Ketua DPK Perbarindo Kota Denpasar, Made Sumardhana, Sabtu (22/4) mengatakan, melalui pelaksanaan program Focus Group Discussion  (FGD) BPR di Denpasar makin berbenah dalam pengelolaan dana pihak ketiga (DPK), sehingga BPR makin dekat dengan masyarakat.

Ia mengungkapkan, FGD yang membahas pengelolaan dana masyarakat ini melibatkan 50 peserta meliputi direksi, komisaris, kepala cabang, kepala bidang di BPR wilayah Kota Denpasar. Dalam FGD ini membahas secara mendalam pengelolaan dana masyarakat sehingga bermanfaat pertumbuhan dan perkembangan BPR.

Ia menjelaskan, dalam pengelolaan dana ini tidak lepas dari upaya ekspansi kredit. Pembiayaan nasabah untuk masyarakat umum dan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus diupayakan pembiayaan yang lancar.

Dipaparkannya, BPR harus pintar dalam menggaet nasabah debitur. Hal ini agar pembiayaan nasabah ini sektor kredit dinilai tetap sehat.

Lebih lanjut dikatakannya, BPR harus bercermin peningkatan NPL 2016 yang mencapai angka di atas 5 persen. Hal ini mesti dilakukan BPR dengan melakukan analisa yang baik terhadap calon debitur. BPR harus benar-benar menganalisa prospek kredit yang akan disalurkan.

Menurutnya, calon debitur BPR ini harus dinilai dari pemasukan atau pendapatan. Pendapatan yang jelas ini bisa digunakan debitur untuk membayar angsuran kredit secara jelas. (kup)

BAGIKAN