Minim, Minat Koperasi Lakukan Audit  

13

Denpasar (Bisnis Bali) – Koperasi yang memiliki aset di atas Rp 2,5 miliar, wajib melaksanakan audit. Wajib audit sudah diatur, sehingga tidak ada alasan tidak mengikutinya. Hanya saja realisasinya sampai saat ini di Bali, dari 4.975 koperasi yang ada baru di bawah 5 persen yang melaksanakan audit. Sisanya tidak melaksanakan karena berbagai alasan, di antaranya biaya audit mahal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bali, I Dewa Nyoman Patra, belum lama ini menegaskan, audit sangat penting bagi semua jenis koperasi, karena koperasi merupakan badan usaha yang perlu perbaikan jika ada kesalahan dalam memanajemen usaha. Tugas audit memberikan pembenaran, bukan menyalahkan yang selama ini ditakuti para pengelola koperasi. ”Audit dipandang akan menghakimi pengelola koperasi, sehingga masih banyak pengelola enggan melaksanakan audit. Namun alasan umum karena biaya tinggi, padahal terjadi kekhawatiran takut disalahkan,” katanya.

Ia menyebutkan, jumlah koperasi di Bali yang sudah rutin melaksanakan audit masih di bawah 300 koperasi.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Nakertrans Kabupaten Bangli, I Dewa Gede Suparta juga mengakui sampai saat ini masih minim koperasi di Bangli yang mau melaksanakan audit. Alasannya sama, karena biaya mahal. Padahal, perusahaan audit tidak semua mahal, biaya dapat disesuaikan dengan skala aset masing-masing koperasi. ”Kami di Bangli membina koperasi sebanyak 223 unit, tapi yang baru rutin melaksanakan audit masih di bawah 10 koperasi. Padahal, kami terus sosialisasikan pentingnya audit dan audit ada dalam aturan perkoperasian, sehingga patut diikuti. Kami juga siap memfasilitasi dengan perusahan audit, sehingga dapat harga khusus. Asal ada permintaan dari pengelola koperasi,” katanya.(sta)

BAGIKAN