Pekan Informasi Humas Denpasar dan Awak Media Longgar Kota Makassar, Bernilai Ekonomi ‎    

28
Lorong (gang) yang ada di Kelurahan Kassi-Kassi Kecamatan Rapocini, Kota Makassar Sulawesi Selatan disulap menjadi ramah lingkungan bernilai ekonomi.(sta)

Makassar (Bisnis Bali) – Program longgar atau lorong garden Pemkot Makassar Sulawesi Selatan dalam melakukan pemberdayaan lingkungan masyarakat menjadi daya tarik dan adopsi program bagi Pemkot Denpasar dan awak media cetak serta elektronik. Taman tersebut dikenal dengan sebutan Longgar (lorong garden). Lorong dalam bahasa Makassar berarti kampung. Lorong Garden berarti taman di kampung.

Lorong garden mampu dimanfaatkan masyarakat, serta bernilai ekonomi. Bahkan mampu menghemat pengeluaran kebutuhan rumah tangga sampai 50 persen. Selain itu, tanaman yang dibudidayakan dalam telajakan juga dapat dijual.
“Pemkot Denpasar lewat getol program Wali Kota Rai Mantra melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di kawasan banjar dan pemukiman, dan program ini juga ada seperti di kawasan Desa Peguyangan Kangin tepatnya di Banjar Cengkilung,” ujar Sekda Kota Denpasar, A.AN Rai Iswara.

Pengelolaan sampah dengan adanya bank-bank sampah kawasan banjar hingga pemantauan jentik yang melibatakan juru pemantau jentik. Tentu inovasi program terus dilakukan lewat langkah adopsi program yang saat ini melihat langsung program Lorong Garden Pemkot Makassar. Hal ini juga tak terlepas dari kerjasama yang telah dilakukan Wali Kota Rai Mantra dan Wali Kota Makassar Ramdhan ‘Danny’ Pomanto belum lama ini, baik dari program pelayanan publik, smart city hingga pemberdayaan masyarakat.

“Lorong garden dapat kita lihat langsung terkait dengan inovasi taman hingga pembentukan kelompok usaha bersama masyarakat lorong di Kota Makassar,” ujar Rai Iswara.
Tampak awak media yang dipimpin Sekda Rai Iswara meninjau kelompok kerja kelurahan sehat kelurahan kassi kassi kecamatan Rappocini Kota Makassar. Tampak lingkungan sepanjang lorong di cat warna hijau dan ditanam berbagai tanaman obat dan juga tanaman hias serta penataan pot-pot daur ulang dari bahan bekas.‎

Lurah Kassi-Kassi  Nurdado P mengatakan, lorong garden berawal dari program Wali Kota Makassar tidak ramtasak atau makassar tidak jorok yang diawali 2014 dan ini semakin dikembangkan dan lebih spesifik menjangkau program lorong garden. 14 RW dan 81 RT Lurah Kassi Kassi seluruhnya memprogramkan hal ini serta kelurahan memberikan suport tanaman dan pembibitan kepada warga yang sekarang dikembangkan badan usaha lorong dari pembibitan dan penyemaian cabe yang nantinya jadi program ekonomi masyarakat.

Sementara Abdul Kadir ketua RW 07 kelurahan Kasi-kasi mengatakan, mulai 2003 telah melaksanakan program penghijauan yang dimulai dari penanaman bunga, dilanjutkan dengan bantuan bibit cabai kepada seluruh warga oleh Wali Kota Makassar dan Warga yang berjumlah 117 KK sangat antusias menjaga tanaman yang ada didepan rumah. Bibit sayur hingga cabai dibantu pemerintah Kota Makassar dengan tantangan dan hambatan tentu ada serta telah lakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat agar kompak dan lingkungan jadi hijau dan asri yang didukung dengan kegiatan jumat bersih dan minggu bersih serta didukung dengan kegiatan rutin perhari untuk melakukan aksi kebersihan.

Diakui juga oleh Ketua Kelompok Wanita Tani Kassi-Kassi, Rosma Seno dalam satu kelompok beranggotakan 30 orang. Semuanya aktif, mampu memanfaatkan telajakan dengan baik. Sehingga dapat bernilai ekonomi. Selain dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tanggan, juga selebihnya dapat dijual. (ad825)

BAGIKAN