Melonjak, NJOP Tanah di Badung tetap Jauh di Bawah Harga Pasar  

59

Mangupura (Bisnis Bali) – Nilai jual objek pajak (NJOP) tanah di Kabupaten Badung melonjak ribuan persen. Walau begitu, NJOP tanah di Badung tetap masih jauh di bawah harga pasar.

Hal ini diakui Sekkab Badung Wayan Adi Arnawa di sela-sela kunjungan ke Kabupaten Bantul, Kamis (20/4) . “Memang ada kenaikan,” ujar mantan Kadispenda Badung tersebut.

Kenaikan ini, tegasnya, dilatarbelakangi NJOP sebelumnya sudah berlaku sejak lama. Selain itu, pihak KPK meminta kenaikan ini karena memang sudah layak disesuaikan. “Kalau tak disesuaikan, kami khawatir justru akan menjadi temuan,” katanya.

Kenapa kenaikannya hingga ribuan persen sehingga banyak dikeluhkan warga pemilik tanah? Adi Arnawa pun mengakui hal itu. Menurutnya, sebelumnya NJOP tanah hanya Rp 6 juta, sedangkan harga pasar tanah tersebut saat ini sudah di atas Rp 300 juta.

Karena itu, katanya, NJOP dinaikkan menjadi Rp 100 juta. Walaupun masih jauh di bawah harga pasar, kenaikan ini nyaris lebih dari 1.500 persen. “Dari segi persentase memang sangat tinggi, tetapi nilainya masih jauh di bawah harga pasar,” katanya.

Walau begitu, dia mengakui kondisi ini membuat pemilik tanah terkejut dan memunculkan keluhan. Untuk mengantisipasi ini, pihaknya akan segera menggelar sosialisasi sehingga masyarakat paham mengenai kebijakan ini.

Subsidi Silang Pada kesempatan itu, Sekkab Badung memastikan pemilik tanah tidak diberatkan dengan kebijakan ini. Penyebabnya, pajak tanah akan disesuaikan dengan fungsi atau manfaatnya.

Tanah-tanah masyarakat yang masih kosong dipastikan akan bebas pajak. Namun, tanah yang sudah dimanfaatkan untuk usaha dipastikan kena pajak.(sar)

BAGIKAN