Daya Beli Membaik Dukung Pertumbuhan Usaha Perdagangan

11

Denpasar (Bisnis Bali) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mencatat pertumbuhan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran pada triwulan I/2017 menunjukkan tendensi peningkatan. Peningkatan tersebut seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat.

Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana di Renon, Kamis (20/4) mengatakan, berdasarkan kajian ekonomi dan keuangan regional Bali menunjukkan, peningkatan tersebut seiring dengan membaiknya kinerja konsumsi rumah tangga dan peningkatan kinerja penyediaan akomodasi makan dan air minum.

Membaiknya daya beli masyarakat pascakenaikan UMP, kata dia, seiring berlangsungnya perayaan Imlek serta adanya perayaan hari keagamaan Nyepi dan menjelang Galungan pada awal triwulan II/2017. ”Ini merupakan faktor pendorong peningkatan kinerja lapangan usaha ini, yang juga ikut mempengaruhi peningkatan sisi komponen konsumsi rumah tangga,” katanya.

Menurutnya, peningkatan lapangan usaha perdagangan juga terkonfirmasi oleh hasil survai dan liaison yang menunjukkan peningkatan baik untuk penjualan domestik maupun penjualan ekspor. Begitu pula dari likert scale penjualan domestik tercatat mengalami peningkatan dari 2,3 pada triwulan IV/2016 menjadi 2,33 pada triwulan I/2017. Sejalan dengan kondisi tersebut, likert skala penjualan ekspor mengalami peningkatan dari 2,14  pada triwulan IV/2016 menjadi 2,38 pada triwulan I/2017.

Selain itu, kata Causa, penurunan tarif tenaga listrik untuk 12 golongan nonsubsidi juga diperkirakan dapat berdampak pada peningkatan kinerja lapangan usaha perdagangan besar dan eceran.

Sementara bila dibandingkan dengan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor pada triwulan IV/2016, Causa menjelaskan, mengalami peningkatan pertumbuhan dari 5,22 persen  (yoy) pada triwulan III/2016 menjadi 6,31 persen (yoy) pada triwulan IV/2016 tersebut terkonfirmasi dari hasil temuan survai penjualan eceran yang menunjukkan perbaikan pertumbuhan dari – 3,61 persen (yoy) pada triwulan III/2016 menjadi – 1,56 persen (yoy) pada triwulan IV/2016. (dik)

BAGIKAN