Tabanan (Bisnis Bali) –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Perikanan dan Kelautan gencar melakukan sosialisasi mengenai program asuransi nelayan, meski hingga kini pemerintah pusat belum mengeluarkan keputusan terkait pemenang tender sebagai vendor yang mengawal program tersebut pada tahun ini. Pemkab Tabanan menargetkan 80 persen nelayan di didaerah lumbung pangan bisa terkaver asuransi nelayan pada tahun ini.

“Kami sudah sosialisasikan aturan Juklis terkait asuransi nelayan pada 2017 ini, meski hingga kini pemerintah melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan belum menunjuk vendor yang akan menjalankan program asuransi nelayan,” tutur Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tabanan,  I Made Subagia, Rabu (19/4) lalu.

Ia menerangkan, sosialisasi asuransi nelayan ini melibatkan sejumlah ketua kelompok dan para petugas penyuluh lapangan. Nantinya, dari kalangan tersebut yang akan meneruskan atau melakukan sosialisasi sambil melakukan pembinaan kerumah-rumah atau door to door terkait program asuransi nelayan.

Subagia menjelaskan, terkait program asuransi nelayan tersebut pada 2016 lalu untuk di Kabupaten Tabanan sudah ada 427 orang dari 1.077 nelayan yang sudah memenuhi persyaratan. Tahun ini program yang sama akan kembali berlanjut, namun saat ini masih menggu dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait pemenang vendor yang akan mengawal program tersebut. Meski begitu sembari menunggu keputusan dari pusat, pihaknya di daerah sudah mensosialisasikan tentang tata cara pengurusan premi asuransi 2017.

“Pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan 2016, hanya ada ketentuan bagi nasabah yang sudah mendapat premi pada 2016 tidak boleh lagi menerima pada 2017,” ujarnya. (man)

BAGIKAN