Singaraja (Bisnis Bali) –  Harga properti dari tahun ke tahun tahun dapat mengalami kenaikan dan penurunan. Dewasa ini banyak wacana bahwa daya beli masyarakat Indonesia terhadap properti seperti perumahan saat ini masih relatif rendah. Dampaknya pun berpengaruh terhadap penjualan properti apalagi sepanjang tahun lalu pasar properti terpantau lesu. Namun, di Kabupaten Buleleng justru mengalami peningkatan peminat dan perkembangan bisnis properti semakin menjanjikan.

Menurut Marketing properti APBI Singaraja, Gede Sutiawan, peminat properti saat ini sudah mulai membaik. Meskipun pada hari raya lalu sempat mengalami penurunan dikarenakan masyarakat lebih mengoptimalkan kebutuhan hari raya. Namun, angin segar justru dirasakan setelah hari raya. “Beberapa minggu sebelum Hari Raya Nyepi sangat sepi, yakni respon proyek kami yang menyasar atau target market adalah masyarakat Bali ternyata mereka menahan diri untuk membeli properti saat Hari Raya Nyepi, Galungan dan Kuningan yang bersamaan,’’ jelasnya. (ira)

BAGIKAN