Turun, Harga Gabah  di Bali masih di Atas HPP

18

Denpasar (Bisnis Bali) – Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat harga gabah pada Maret yang merupakan masih musim panen di provinsi Bali mengalami penurunan. Meski turun, harga gabah di tingkat petani di pulau dewata masih berada di atas patokan ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho di Denpasar, belum lama ini mengungkapkan, Maret lalu harga gabah mengalami penurunan dari bulan sebelumnya. Kondisi tersebut berdasarkan  hasil  pencatatan  harga  gabah  di tujuh kabupaten, yaitu  Jembrana,  Tabanan,  Badung, Gianyar,  Klungkung, Karangasem  dan  Buleleng  selama  Maret  2017 lalu.

“Kondisi tersebut sejalan dengan musim panen yang masih berlangsung, sehingga pasokan yang berlimpah mempengaruhi harga jual gabah di pasaran,” tuturnya.

Adi menjelaskan, Maret lalu harga  gabah  jenis Gabah Kering Panen (GKP)  di tingkat  petani  kembali  mengalami  penurunan  mencapai  2,53  persen,  dari  Rp  4.258,69  per  kg  pada  bulan sebelumnya  menjadi  Rp  4.150,90  per  kg.

Katanya, hal tersebut berbanding lurus dengan  rata-rata  harga gabah jenis GKP  di  tingkat  penggilingan yang juga turun  mncapai  2,42  persen  dari  Rp  4.321,56  per kg  menjadi  Rp  4.217,01  per kg.

Penurunan harga gabah ini sekaligus menurunkan nilai tukar petani (NTP) pada subsektor  tanaman  pangan  dibandingkan  dengan  bulan  sebelumnya, yaitu  dari  95,40  menjadi  94,25  atau  turun  1,20  persen. Penurunan  tersebut  terjadi  pada  kelompok  padi  dan  palawija  masing-masing 1,89  persen  dan  0,20  persen. (man)

BAGIKAN