Pengawasan Lemah, BPR Terancam “Fraud” (HL)  

24

Semarapura (Bisnis Bali) – Keberadaan usaha bank perkreditan rakyat (BPR) sangat ditopang kepercayaan masyarakat selaku nasabah. Ketua DPK Perbarindo Bali Timur, IDGM. Darmawijaya, Minggu (16/4) mengatakan, untuk menghindari salahnya mengelolaan dan masalah fraud, pengawasan BPR baik secara internal maupun pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus diperkuat.

Direktur Utama BPR Sari Jaya Sedana mengungkapkan, ada dugaan dari OJK bahwa tindak pidana perbankan di Indonesia banyak terjadi di BPR. Ini di antaranya karena masalah fraud baik dilakukan komisaris maupun pengurus BPR.

Ia menjelaskan, tindak pidana perbankan yang banyak terjadi di BPR sungguh memprihatinkan industri BPR. Perbarindo Bali berharap penyelewengan pengelolaan keuangan tidak banyak terjadi di industri BPR di Bali.

Dipaparkannya, BPR bisa saja menghadapi masalah fraud. BPR di Bali diharapkan tidak ada yang menghadapi kondisi tersebut karena akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan BPR di Bali.(kup)

BAGIKAN