WANI merupakan tanaman yang sebangsa dengan tanaman mangga. Buah ini diperkirakan berasal dari India. Di Indonesia, wani banyak dijumpai di Sumatera, Jawa, dan Bali. Sentra produksi wani di Bali terkonsentrasi
di 6 kecamatan, yaitu Kecamatan Sawan dan Kecamatan Sukasada di Kabupaten Buleleng, Kecamatan Pupuan dan Kecamatan Selemadeg di Kabupaten Tabanan, Kecamatan Dawan di Kabupaten Klungkung, dan Kecamatan
Bebandem di Kabupaten Karangasem.

Belakangan pohon wani mulai langka, sehingga jarang bisa dijumpai di pasaran. Menurut Made Sudarma, petani asal Br. Tengah Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, wani hanya berbuah setahun sekali. “Sekarang jarang sekali orang menanam wani. Mungkin karena panen cuma sekali setahun sehingga petani memilih untuk menanam komoditi yang bisa panen lebih sering,” katanya. Harga jual wani tergolong tinggi yaitu Rp 25 ribu ke atas per kilogram.

“Selama ini petani lebih banyak hanya menanam wani tanpa melakukan pemeliharaan, sehingga hasilnya tidak maksimal,” tukasnya. Wani juga tidak dibudidayakan secara khusus seperti tanaman buah lainnya. Wani hanya ditanam di tegalan di sela-sela tanaman lain seperti durian, manggis dan kelapa. (pur)

BAGIKAN