Denpasar (Bisnis Bali) – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan tindakan tegas terhadap perusahaan yang menawarkan program investasi bodong dengan imbal hasil tak masuk akal. Menurutnya, selain melanggar UU Perbankan, kegiatan ilegal ini telah banyak merugikan masyarakat. Penegasan itu disampaikannya saat bertemu Kepala OJK Bali dan Nusra Zulmi di ruang kerja Gubernur, Kamis (13/4) lalu.

Menurut Pastika, upaya pembinaan sudah kurang relevan untuk mengatasi keberadaan perusahaan yang berupaya menghimpun dana masyarakat dengan iming-iming menggiurkan. “Harus ada langkah tegas untuk mengatasi persoalan ini agar tak ada lagi masyarakat yang tertipu tawaran investasi bodong,” tandasnya.

Sepaham dengan Gubernur Pastika, Kepala OJK Zulmi menaruh perhatian serius terhadap keberadaan lembaga investasi ilegal ini. “Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tak mudah tertarik dengan iming-iming imbal hasil di luar kewajaran yang biasanya ditawarkan,” ujar dia.

Meskipun telah banyak masyarakat yang tertipu, nyatanya keberadaan lembaga investasi abal-abal itu masih ada. “Banyak bermunculan dengan pola baru seperti berkedok penjualan produk farmasi atau lainnya sehingga masyarakat awam mudah dikelabui,” imbuhnya. Menyikapi hal itu, OJK telah membentuk Satgas Waspada Investasi yang bertugas melakukan langkah preventif dan kuratif.

Hingga saat ini OJK mencatat lebih dari 80 perusahaan yang bergerak dalam investasi abal-abal ini. “Kami berusaha mempersempit ruang gerak mereka dengan terus melakukan edukasi kepada masyarakat. OJK telah menutup sejumlah perusahaan setelah melakukan penelitian secara intensif,” bebernya.

Selain menyinggung keberadaan investasi bodong, dalam pertemuan itu Zulmi juga menyampaikan rencana OJK menggelar seminar internasional bidang keuangan di Nusa Dua. Seminar yang akan dilaksanakan 4 hingga 5 Mei 2017 itu akan membahas perilaku ekonomi masyarakat dikaitkan dengan keberadaan industri jasa keuangan. OJK berharap seminar yang menghadirkan sejumlah pakar dari luar negeri ini berimbas positif bagi industri jasa keuangan di Indonesia. OJK sangat berharap kesediaan Pastika untuk hadir dalam seminar tersebut.

Dalam pertemuan ini, hadir pula Deputi Direktur OJK Regional 8 Rochman Pamungkas dan Dirut BPD Bali I Made Sudja. Sementara Gubernur Pastika didampingi Karo Perekonomian Setda Provinsi Bali Ir. I Nengah Laba, M.Si. dan Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Bali I Dewa Putu Sunartha, S.E., M.Si. (ad754)

BAGIKAN