Booming mobil murah alias  low cost green car (LCGC) diklaim berhasil menggairahkan industri otomotif roda empat di Indonesia umumnya dan di Bali khususnya saat pelambatan ekonomi global melanda. Bagaimana perkembangannya saat ini? Benarkah kian mahal?

MINAT masyarakat terhadap mobil jenis LCGC inipun tumbuh seantero negeri. Alasannya sangat sederhana, harga rendah yang ditawarkan oleh para agen pemegang merek (APM) ikut memacu rasa penasaran untuk memiliki.

Pada 2013 lalu, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mengeluarkan peraturan soal Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau low cost green car (LCGC). Melalui Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013, harga maksimal LCGC dibatasi.
Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau mengatur, harga LGCC sebelum pajak daerah, bea balik nama (BBN) dan pajak kendaraan bermotor (PKB) setinggi-tingginya Rp 95 juta per unit. Kini, harga LCGC sudah ada yang mencapai Rp 160 jutaan lebih per unit di Bali.

1
2
3
4
5
BAGIKAN