Kabupaten Gianyar Terpilih sebagai Anggota Organisasi Kota Pusaka Dunia

25
Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Tim Ahli Bupati ,Ketut Witarka Yudiata dan Asisten 3, Wayan Sudamia Kamis (13/4) memberikan keterangan pers terkait Kabupaten Gianyar menjadi Kabupaten Pertama yang terpilih sebagai Anggota Organisasi Kota Pusaka Dunia. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Dalam HUT ke-246, Kabupaten Gianyar menjadi Kabupaten Pertama yang terpilih sebagai Anggota Organisasi Kota Pusaka Dunia atau the Organization of World Heritage Cities (OWHC) yang dipilih dan ditetapkan di Quebec City-Kanada pada 11 April 2017.

Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Kamis (13/4) lalu mengatakan, sebagai anggota organisasi Kota Pusaka Dunia, Gianyar siap menjadi Tuan Rumah International Conference of National Trust (ICNT) pada September 2017.

Diungkapkannya, sebagai bagian dari komunitas peduli pelestarian pusaka, BPPI menjadi anggota International of National Trusts Organization  (INTO) yang saat ini beranggotakan 65 organisasi pelestarian dari berbagai belahan dunia baik benua Asia, Australia, Amerika, Eropa dan Afrika. Pertemuan berkala dua tahunan organisasi pelestarian sedunia pada tahun 2017 ini sudah dipastikan oleh INTO akan diselenggarakan di Indonesia, yakni dengan tuan rumah BPPI bersama-sama Pemerintah Kabupaten Gianyar pada 11-15 September 2017.

Topik “Pusaka Budaya, Kunci Kelestarian Lingkungan/Our Cultural Heritage, the Key to Environmental Sustainability”.
Ini merupakan upaya bersama dunia dalam menguatkan tradisi dan kearifan lokal guna menjawab tantangan permasalahan lingkungan.
Ia menjelaskan, kepercayaan dunia untuk Gianyar sudah sepantasnya menjadi pijakan bersama guna makin mendayagunakan aset-aset pusaka di berbagai kota pusaka di Indonesia. Ini bersama-sama pemerintah daerah dan pelibatan partisipasi masyarakat serta swasta untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya.
Made Mahayastra memaparkan, Gianyar memiliki sejarah panjang sebagai akar budaya Bali. Sejak 246 tahun yang lalu – tepatnya 19 April 1771, nama Gianyar dipilih menjadi nama sebuah keraton Puri Anyar oleh Ida Dewa Manggis Sakti. Maka sejak itu, sebuah kerajaan yang berdaulat dan otonom telah lahir serta ikut pentas dalam percaturan kerajaan-kerajaan di Bali.
Tidak mengherankan bila di hari jadi Kota Gianyar ke-244 di tahun 2015 yang lalu, tema sentral “Gianyar Kota Pusaka” seakan menjadi pembenaran rekam jejak tersebut.

Di samping itu, pengangkatan Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata sebagai Ketua Presidium Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) periode 2016-2017 sekaligus penetapan Kabupaten Gianyar sebagai tuan rumah puncak peringatan Hari Pusaka Dunia (World Heritage Day) 18 April 2017. Ini akan disaksikan oleh bupati/wali kota dari 58 kabupaten/kota anggota JKPI dalam rangkaian Rakernas VI pada waktu yang sama akan makin meneguhkan semangat untuk melestarikan beragam pusaka di berbagai daerah dengan keunikan masing-masing.

Puncaknya, Kabupaten Gianyar terpilih menjadi Anggota Organisasi Kota Pusaka Dunia (Organization of World Heritage Cities) dengan difasilitasi oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI). Kabar gembira ini disampaikan oleh Organization of World Heritage Cities (OWHC) pada tanggal 12 April 2017 setelah di akhir Februari yang lalu Gianyar mengutus Ketua Dewan Pimpinan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) untuk melakukan proses pengajuan Gianyar sebagai anggota OWHC ke Quebec, Kanada.(kup)

BAGIKAN