Rasa dan Warna Menarik, Buah Impor tetap Jadi Pilihan Masyarakat  

25
Suryani, salah seorang pedagang di Pasar Anyar Sari (Batukandik) sedang merapikan buah impor yang dijualnya. (wid)

Denpasar (Bisnis Bali)- Kebutuhan akan buah pada setiap perayaan hari suci umat Hindu memang tidak bisa dilepaskan. Tidak heran, jika jelang hari raya umat Hindu stok buah di pasaran ramai dari buah lokal hingga impor. Namun demikian, buah lokal masih belum mampu menjadi priyoritas unggul bagi sebagian masyarakat, yang kebanyakan penjualan lebih laku kepada buah impor.

Salah seorang pedagang di Pasar Anyar Sari (Pasar Batukandik), Ni Ketut Suryati, saat ditemui, Rabu (12/4) kemarin mengatakan, meskipun saat ini sudah lebih banyak peminat buah lokal dari waktu-waktu sebelumnya, namun penjualannya masih didominasi buah impor. “Rasa buah impor lebih nikmat dan beragam, serta warna yang lebih menarik, sehingga masih banyak masyarakat yang memilih buah impor,” katanya.

Ditanya soal harga, dia mengatakan, jika harga buah impor tidak terlalu mengalami kenaikan yang harganya masih normal, dari jelang Galungan lalu. Dia memaparkan, untuk jeruk kino (jeruk mandarin) dijualnnya dengan harga Rp 25.000 per kilogram, apel fuji Rp 30.000 per kilogram dan apel merah Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan untuk buah lokal seperti jeruk dijualnya dengan harga Rp 12.000 per kilogram, salak Rp 15.000 per kilogram dan mangga Rp 25.000 per kilogram.

Dia mengatakan, dibandingkan dengan jelang perayaan Galungan lalu, permintaan buah pada saat jelang Hari Raya Kuningan menurun. Hal ini, menurutnya, dikarenakan lebih sedikitnya pembuatan upakara oleh masyarakat pada saat Kuningan. Ada juga beberapa masyarakat yang tidak merayakan Kuningan sesuai dengan adat daerahnya. (wid)

BAGIKAN