Hingga triwulan I 2017, penjualan produk properti (rumah, tanah, dan lainnya) masih lesu. Hal itu dibuktikan masih bertebarannya produk properti murah. Kemudahan apa lagi yang ditawarkan kepada konsumen?

PRODUK properti murah yang ditawarkan pengembang bervariasi. Rumah menengah bawah ada tipe 36/80 m2, 36/100 m2, 45/100 m2, 54/100 m2, ada juga tipe lebih besar.  Rumah menengah atas mulai dari tipe 50/120 m2, 80/150 m2, ada juga tipe lebih besar. Harga jual juga bervariasi mulai Rp 290 juta – Rp 1,2 miliar lebih per unit. Saat ini harga properti tersebut terbilang relatif murah dibandingkan ketika kondisi bisnis properti booming 2013-2014 silam.

Masih lesunya perekonomian ditandai belum naiknya pendapatan masyarakat sehingga daya beli juga lesu. Kalangan investor sebagian dari mereka masih menahan diri melakukan pembelian karena ketatnya berbagai aturan transaksi. Dana yang tersimpan dalam jumlah besar turut membuat lambatnya perputaran roda perekonomian. Kendati begitu, kalangan pebisnis properti tetap optimis untuk memasok produk properti terbaiknya karena ke depan 4-5 tahun ke depan seiring upaya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur perekonomian diharapkan membaik dan daya beli juga diharapkan berangsur-angsur meningkat.

1
2
BAGIKAN