Kemenpar Siapkan Pedoman MICE

21

Mangupura (Bisnis Bali) – Penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konvensi dan pameran (MICE) di Indonesia perlu diperkuat dengan pedoman dan aturan yang jelas. Demikian diungkapkan Asdep Pengembangan Destinasi Wisata Alam dan Buatan Kemenpar RI, Ir. Azwir Malaon, M.Sc., Senin (10/4).

Ia mengatakan, untuk pengembangan potensi MICE di Indonesia, Kemenpar melibatkan pemerintah daerah dan stakeholder pariwisata yang bergerak di bidang MICE untuk memberikan masukan penyusunan peraturan menteri untuk pengembangan dan pengelolaan MICE di Indonesia.

Menurut Azwir Malaon, seiring dengan pertumbuhan persaingan sektor MICE internasional, maka sangat penting bagi destinasi Indonesia mengenali potensi destinasi masing-masing, dengan memahami kriteria dan indikator apa saja yang menjadi pertimbangan pemilihan sebuah destinasi menjadi tempat penyelenggaraan event MICE.

Ia menjelaskan, Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata melaksanakan program penyusunan NSPK, berupa penyusunan peraturan menteri pariwisata tentang pedoman destinasi penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konvensi dan pameran.

Dipaparkannya, penyusunan peraturan menteri ini dalam rangka meningkatkan daya saing destinasi MICE, juga untuk mendukung percepatan jumlah kunjungan wisman, lama tinggal, belanja pengeluaran wisman tujuan bisnis ke Indonesia,

Lebih lanjut dikatakannya, peraturan menteri (permen) merupakan bagian penting dari kesiapan suatu destinasi MICE Indonesia. Hal ini tidak hanya untuk 16 destinasi MICE yang dicanangkan Kemenpar. Namun, permen ini dapat bermanfaat bagi semua destinasi-destinasi Iain yang mampu memenuhi secara bertahap kriteria dan indikator pengembangan destinasi tujuan MICE.

Menurutnya, pedoman ini bersifat mandiri, di mana merupakan kewenangan menteri sebagai penyelenggara pemerintahan. Dalam rangkaian penyusunan permen, pedoman ini tentu melibatkan seluruh stakeholder pariwisata.

Azwir Malaon menegaskan, fungsi dan tujuan permen sebagai pedoman destinasi penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif, konvensi dan pameran (PIKP). Ini juga akan dijadikan acuan bagi pemerintah dan pemda. Pedoman untuk melakukan pembinaan dan pengawasan, pedoman dalam penguatan destinasi MICE, pedoman dalam penguatan industri MICE di destinasi dan  pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan di depan.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Nyoman Wardawan mengatakan, wisata MICE di Bali sudah berkembang pesat. MICE di Bali sudah bertaraf internasional. MICE di Bali bisa tumbuh pesat di antaranya karena budaya, keindahan alam, dan keramahtamahan masyarakat.

Wardawan menambahkan, pengembangan MICE bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam pengembangan MICE memang memerlukan perlakuan yang berbeda. Stakeholder pariwisata yang bergerak di bidang MICE di Bali diharapkan bisa memberikan masukan dan aspirasi dalam penyusunan peraturan menteri pedoman MICE. (kup)

BAGIKAN