BUNGA ratna atau kenop menjadi salah satu jenis bunga yang banyak dibutuhkan masyarakat Hindu Bali, sebagai sarana upacara. Tingginya kebutuhan umat Hindu terhadap bunga yang satu ini, tentunya menjadi peluang besar bagi budidaya bunga ratna.

Bunga ratna dikembangkan dari biji. Sebelum ditanam di lahan, bibit bunga harus disemaikan terlebih dahulu. Menurut I Wayan Suana, petani bunga di Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, permintaan bunga ratna cukup tinggi apalagi saat hari raya.

“Budi daya bunga ratna tidak sulit. Tanaman ini tergolong bandel dan tidak mudah terserang penyakit,” katanya. Bibit banyak dijual dengan harga Rp 10.000 per bungkus. Biji harus disemai terlebih dahulu, di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Yang baik digunakan untuk penyemaian adalah campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang. Biji ditanam pada kedalaman sekitar 0,5 cm, kemudian disemprot setiap 2 kali sehari. Dalam 3 hari saja, akan muncul kecambah.

“Setelah muncul tunas, langsung dipindahkan ke tempat yang ada sinar. Setelah muncul 4-6 daun, pindahkan ke lahan,” tandasnya. Sebelum bibit dipindahkan ke lahan, harus dilakukan pengolahan lahan. Gemburkan tanah terlebih dahulu, buat bedengan kemudian beri pupuk kandang. Bibit ditanam dengan jarak sekitar 5 cm.(pur)

BAGIKAN