Tutupi Biaya Operasional dan Pemeliharaan PDAM Buleleng Sesuaikan Tarif Air Minum  

18
Jumpa Pers Oleh Direksi PDAM Buleleng dalam penyesuaian tarif air minum.  (ira) 

Singaraja (Bisnis Bali) – Dalam upaya memberikan pelayanan air minum secara kontinu kepada masyarakat dalam jumlah yang cukup, serta kualitas yang memenuhi syarat kesehatan, tentu tidak terlepas dari biaya operasional dan pemeliharaan.

Besar kecilnya biaya operasional dan pemeliharaan dimaksud sangat dipengaruhi oleh kondisi sumber daya air yang ada, sumber daya yang dimiliki, sistem penyediaan air minum yang diterapkan, serta kemampuan dana atau permodalan PDAM. Apalagi upaya investasi untuk memperluas kawasan air siap minum  memerlukan dana yang cukup besar.

Meskipun di 2016, PDAM sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah mampu memberikan kontribusi kepada PAD Kabupaten Buleleng sebesar Rp 4,5 miliar, namun agar tercapainya sasaran pembangunan, khususnya pelayanan air minum di Kabupaten Buleleng. Sesuai Peraturan Bupati Buleleng Nomor 45 tanggal 28 November 2014 tentang penetapan Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Buleleng dan peraturan Bupati Buleleng Nomor 68 Tahun 2016 tentang Pengesahaan Anggaran Perusahaan Daerah Air Minum Tahun 2017, maka mulai 1 Mei 2017 PDAM Kabupaten Buleleng akan menyesuaikan tarif air minum di luar biaya abonemen sebesar 10 persen dari tarif yang berlaku saat ini, yakni Rp 1.700 per meter kubik menjadi Rp 1.940 per meter kubik.

1
2
BAGIKAN