Gaet Wisatawan, Bali perlu Bandara Baru

12
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, IB. Agung Partha Adnyana

Denpasar (Bisnis Bali) – Nasib pariwisata Bali ke depan sangat ditentukan kemampuan pengelolaan penerbangan dalam negeri. Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, IB. Agung Partha Adnyana, Minggu (9/4) mengatakan, untuk menggaet tambahan wisatawan, pariwisata Bali memang memerlukan tambahan bandara baru.

Ia mengungkapkan, berbagai pihak terkait terutama di Bali harus secara serius berpikir aksesibilitas ketersediaan bandara, termasuk tentang maskapai penerbangan yang khusus mendukung pariwisata. Berdasarkan laporan AirNaf Denpasar mengenai kondisi Denpasar Airport saat ini per hari aircraft movement berkisar 350-420 flight atau  average 380 flight (190 landing dan 190 departure). Ini artinya 190 landing x 200 passenger x 360 = 13.680.000 passenger/tahun. Jumlah ini sama dengan incoming tourist international 4,3 juta orang dan 9,3 juta orang wisatawan domestik.

Dipaparkannya, peak hours 4,5,6,7,8,9,10,11 GMT atau jam 12-20 Bali time khususnya pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Peak hours dengan 30 landing/departure per jam atau 2 menit per aircraft atau tidak dimungkinan untuk ada tambahan movement pada jam tersebut sehubungan dengan safety penerbangan.

Menurutnya, berdasarkan laporan itu saat ini maka kecil kemungkinan ada tambahan capacity 3-10 tahun ke depan, mengingat tambahan airline capacity juga tergantung slot availability airport origin. (kup)

BAGIKAN