Kinerja perbankan hingga triwulan I 2017 diprediksi masih dibayang-bayangi kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Bayang-bayang rasio kredit bermasalah (NPL) yang tinggi tahun sebelumnya membuat bank berupaya keras untuk menekannya tahun ini. Seperti apa?

DAMPAK perlambatan ekonomi bermula sejak 2012 yang tumbuh hanya mencapai 6,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 6,5persen. Pencapaian tersebut terus melorot tampak pada 2013 hanya 5,78 persen, disusul pada 2014 melambat lagi menjadi 5,02 persen dan pada 2015 hanya tumbuh 4,88 persen.

Lesunya perekonomian domestik yang berkepanjangan tersebut membuat dan berpengaruh tidak kondusif terhadap kinerja industri perbankan nasional. Berdampak meningkatnya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Di lain pihak pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) cenderung melambat. Akumulasi perlambatan ekonomi puncaknya dirasakan pada 2016. Saat itu, NPL perbankan nasional mencapai 2,93 persen merangkak naik dari tahun sebelumnya mencapai 2,49 persen. Bahkan NPL perbankan cenderung tumbuh makin mencemaskan pada Januari 2017 telah mencapai 3,09 persen atau sekitar Rp133,31 triliun dari total kredit senilai Rp 4,31 kuadriliun.

1
2
3
4
BAGIKAN