Persaingan Ketat, Omzet Pebisnis Pakaian Adat kian Berkurang

25

Denpasar (Bisnis Bali) – Kian menjamurnya bisnis pakaian adat di kawasan Denpasar belakangan ini,  menyebabkan persaingan semakin ketat dan harga jual produk semakin kompetitif belakangan ini.

Menurut Ratnayu, salah seorang pengelola bisnis pakaian adat, di kawasan Denpasar, Sabtu (1/4), sebelumnya di kawasan ini, pebisnis pakaian adat, baik untuk wanita maupun pria bisa dihitung dengan jari. Namun belakangan ini, kehadiran butik pakaian adat di kawasan ini mencapai puluhan butik. ‘’Sebelumnya, kami bisa memperoleh keuntungan 25 hingga 50 persen per pcs. Namun, dengan kondisi sekarang, kami hanya mampu meraih keuntungan sebesar 5 hingga 10 persen saja dari penjualan pakaian adat per pcs,’’ ujarnya.

1
2
BAGIKAN