UKM di Sektor Pariwisata Wajib Gunakan Rupiah

18
RUPIAH - Sosialisasi kewajiban penggunaan rupiah di wilayah NKRI di Gedung BI Denpasar, Selasa (21/1).  (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Sesuai program pemerintah, seluruh aktivitas transaksi ekonomi di Indonesia wajib menggunakan uang rupiah. Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Azka Subhan A di sela-sela sosialisasi kewajiban penggunaan uang rupiah di wilayah NKRI di Gedung  BI Denpasar, Selasa (21/3) mengatakan, pelaku usaha termasuk sektor UKM di sektor pariwisata wajib bertransaksi di Indonesia menggunakan rupiah.

Ia mengungkapkan, BI mendorong pertumbuhan perekonomian Bali. Sektor pariwisata memberikan sumbangan perkembangan ekonomi lebih dari 50 persen dari total pertumbuhan ekonomi di Bali. Pelaku usaha pariwisata di Bali wajib menggunakan transaksi rupiah. Hal ini menjadi sorotan karena aturan terkait penggunaan rupiah belum dipatuhi komponen pariwisata Bali.

Dipaparkannya, penggunaan rupiah berkaitan kedaulatan bangsa Indonesia. Pelaku usaha di sektor pariwisata harus menunjukkan kecintaan terhadap rupiah. “Pelaku pariwisata wajib bertransaksi menggunakan rupiah,” kata Azka Subhan. (kup)

BAGIKAN