Pelaku Usaha Dipengaruhi Pergerakan Ekonomi

13

Denpasar (Bisnis Bali) –  Pelaku usaha termasuk yang bergerak di sektor UMKM dipengaruhi pergerakan ekonomi. Ketua Asosiasi Manajemen Indonesia, Putu Santika, Senin (20/3) mengatakan, tidak sedikit pelaku usaha yang menghadapi proses kemajuan atau kemunduran akibat pengaruh pergerakan ekonomi.

Ia mengungkapkan, pada 1998 saat terjadi krisis ekonomi ketika dolar AS menguat, pemerintah berupaya melakukan penguatan nilai rupiah. Hal ini dilakukan dengan peningkatan suku bunga perbankan. Upaya pemerintah menaikkan suku bunga agar masyarakat menempatkan dana di bank. Sebaliknya, kebijakan pemerintah menaikkan suku bunga, menyebabkan banyak pengusaha termasuk di sektor UMKM yang kolaps akibat tidak mampu mengembalikan kredit akibat peningkatan suku bunga.

Dipaparkannya, berbeda dengan kebijakan pemerintahan Jokowi-JK menyikapi kenaikan nilai dolar AS. Pemerintah tidak terlalu mendorong kenaikan suku bunga melainkan lebih kepada kebijakan menggerakkan pembangunan di seluruh sektor. Nilai rupiah selanjutnya akan menyesuaikan dengan peningkatan nilai dolar AS.

Lebih lanjut Putu Santika mengatakan, setoran pengusaha harus pintar mengelola keuangan. Hasil usaha 20 persen mesti disisakan untuk ditabung. “Dengan begitu, pelaku usaha di sektor UMKM memiliki positif income untuk kepentingan biaya hidup di hari tua,” katanya. (kup)

BAGIKAN