PAPRIKA adalah jenis tanaman yang mirip cabai dan termasuk keluarga terong-terongan. Paprika memiliki rasa pedas ringan dan sedikit manis keasam-asaman. Paprika berasal dari Amerika Selatan dan mulai dikembangbiakkan di kawasan Asia dalam dekade tarakhir ini.

Warna paprika yang khas yaitu merah dan kuning cerah membuat sajian kuliner sangat menarik. Paprika lebih banyak digunakan master chief di hotel -hotel dan restoran sebagai olahan sayuran yang lezat. Pasokan di pasaran yang masih langka membuat harga paprika relatif mahal, yakni mulai Rp 20 ribu – Rp 50 ribu per kilogram. Budi daya tanaman paprika merupakan peluang agribisnis yang menjanjikan.

Seperti yang diungkapkan petani paprika Wayan Ada, asal Desa Batusesa Pemuteran Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan. “Saya mulai budi daya paprika sejak 2009. Waktu itu dapat pelatihan dari Belanda, baru saya mulai kembangkan paprika,” ucapnya.

Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di kawasan dataran tinggi (750 meter di atas permukaan laut) dengan suhu udara yang sejuk (15°-25° C), sehingga sangat cocok dikembangkan di kawasan Candi Kuning.

“Saya mulai dari lahan 2 are, sekitar 900 pohon, sekarang sudah berkembang menjadi 14 are dengan 6000 pohon,” katanya. Dalam setahun bisa panen 4 kali, per pohon bisa menghasilkan 3-4 kg paprika. Saat ini harga paprika Rp 17 ribu per kilogram. Dari luas 14 are dalam sekali panen ia minimal bisa memperoleh Rp 306 juta.

Keuntungan yang sangat menjanjikan, namun belum banyak petani yang mau bergelut di bidang ini. “Kendala petani dalam budi daya paprika adalah permodalan. Modal awal memang sangat besar untuk membuat green house,” tukasnya.(pur)

BAGIKAN