Baju Rajutan Produk Bali  Direspon Pasar Wisdom hingga Wisman

30

Mangupura (Bisnis Bali) –  Produk baju rajutan belakangan ini kian diminati konsumen, terutama wisatawan mancanegara (wisman). Pasalnya, selain produk ini modis dan trendi, juga kualitasnya berstandar ekspor.

“Baju rajutan, yakni model baju tanpa lengan berbahan kain katun, sifon maupun sutra yang dirajut dengan benang woll hingga kini cukup diminati wisatawan domestik (wisdom) hingga wisman,’’ ujar Maharani, salah seorang pengelola outlet fashion, dikawasan Kuta, Senin (20/3).

Lanjutnya, busana yang dijualnya tersebut memiliki beragam warna dan memiliki model yang bervariasi dengan harga mulai Rp 175.000 pr pcs. Pilihan yang bervariasi menyebabkan produk ini tetap menjadi pilihan konsumen, mulai anak-anak hingga remaja putri. Selain menyediakan baju rajutan, pihaknya juga menyediakan topi rajutan, yang merupakan salah satu aksesori kepala juga yang bisa digunakan wanita untuk tampil trendi. ‘’Perkembangan tren aksesori topi selalu menjadi perhatian kaum wanita. Salah satu topi rajutan akan masuk dalam tren aksesori kepala wanita dalam beberapa tahun ke depan,’’ jelasnya.

Katanya, topi rajut memang memiliki model yang unik. Dilihat dari segi bentuk, topi rajut ini sudah berbeda dengan jenis atau model topi wanita yang lain.

Menurutnya, penggunaan topi ini, mesti tetap diserasikan dengan busana di bawahnya. Ia melihat, dalam dunia mode, topi model ini memiliki pangsa pasar tersendiri. Produsen topi menciptakan jenis topi ini, agar konsumennya bisa tampil beda.

Hal senada diungkapkan Pertiwi, salah seorang penyedia produk baju rajutan lainnya. “Produk baju rajutan kami ini cenderung digemari wisman, karena kualitas serta modelnya bagus-bagus,’’ ujarnya. (aya)

BAGIKAN