Modal Terbatas, OJK Imbau Perbankan di Bali Pilih Merger  

53

Mangupura (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan menilai merger merupakan salah satu cara untuk memperkuat permodalan bank. Karena itu, industri perbankan (bank umum maupun BPR) di Bali yang memiliki modal terbatas diimbau memilih merger agar mampu menjaga eksistensinya secara berkelanjutan.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi saat dihubungi di Kuta, Rabu (11/1) kemarin mengatakan, merger memperkuat permodalan bank, selain setor modal oleh pemilik atau konsolidasi beberapa bank, kemudian muncul bank baru.

“Bagi bank yang terkendala untuk menambah setoran modal, merger adalah cara yang bagus untuk ditempuh. Selain modal menjadi besar, aset dan jaringan kantor juga akan bertambah dengan bergabungnya dua atau lebih bank menjadi satu,” katanya.

Menurutnya, untuk perbankan di Bali, khususnya BPR masih banyak yang modalnya relatif kecil. Modal yang kecil ini tentu akan membatasi skala usahanya. “Kalau ini dibiarkan, daya saingnya juga akan makin berkurang, apalagi bank-bank lain terus tumbuh dan modal makin kuat,” ujarnya.(dik)