2017, Lembaran Baru Bangun Optimisme Gerakkan Ekonomi  

11
STRATEGI - Menyikapi kondisi ekonomi yang belum normal 2017 ini perlu langkah strategi dalam menyikapi setiap ancaman bisnis.  (gun)

Tahun 2017 merupakan lembaran baru untuk membangun optimisme dalam menggerakkan perekonomian setelah  melambat sejak 2015. Prediksi pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi tahun ini tentu tak bisa mengabaikan ancaman-ancaman yang ada. Karena itu, perlu langkah-langkah strategis menyikapi situasi yang bisa disebut belum normal ini.

DAYA beli pasar menentukan keberlangsungan bisnis tak terkecuali bidang properti. Pertumbuhan ekonomi 2017 yang diprediksi sejumlah ekonom optimis mencapai 5,2  dan bahkan 5,5 persen, tentunya bisa memberi harapan bagi pebisnis untuk menggeliatkan proyek-proyek baru guna meningkatkan pasokan perumahan bagi masyarakat.

Demikian sektor-sektor ekonomi lainnya. Pertanyaannya akankah ini juga diikuti keberpihakan regulasi, kemudahan perizinan termasuk kehadiran tim siber pungutan liar (pungli) yang akan mampu membuat para oknum pungli itu tiarap? Kita lihat saja nanti.

Selanjutnya kata praktisi ekonomi yang juga entrepreneur bidang properti, Gede Semadi Putra, bicara ekonomi bisnis 2017, tak bisa melupakan kondisi tahun-tahun sebelumnya. Awal tahun ini, tentu saja tak kontan diikuti daya beli yang tinggi. Namun seiring upaya pemerintah dalam pembangunan sebagai pebisnis harus mendukungnya dengan optimisme yang tinggi. Salah satu harapan dan jadi tren 2017 yakni bisnis rumah sehat sederhana (RSH) bersubsidi. Ini karena kebutuhan pasar yang pesat seiring optimisme meningkatnya pendapatan masyarakat nantinya diharapkan akan berpengaruh pada tingkat penyerapan produk rumah murah tersebut. Kebetulan dia juga mengembangkan ratusan unit rumah murah tersebut di Karangasem, dengan harga Rp 141 juta per unit dan cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) cukup rendah yakni Rp 800.000 per bulan.(gun)